Monday, 6 March 2017

Kenapasih bisa hujan....?

Bila dilihat dari jenis topografinya, Benua Asia memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Air yang mengalami penguapan pun banyak tentunya, maka tak heran jika banyak sekali awan yang terbentuk saat itu. Nah, untuk menuju Australia, awan-awan itu tentu harus melewati wilayah Indonesia. Namun sayang, saat melewati Indonesia terjadi kemacetan yang amat panjang, mengingat jalan di Indonesia yang berlubang (red- bukit dan lembah). Akibatnya awan sering prustasi dan malah turun di tengah jalan.
        
Mudahnya, bayangkan saja awan itu ibu hamil yang pengen pergi ke rumah bersalin di Australia, eh pas nyampe di Indonesia malah kena macet berjam-jam. Gara-gara gak tahan lagi, berojol deh dia di situ.. Hehe 
        
Oh ya, by the way sobat ‘Fisika Menjawab’ sering merhatiin gak sih kalo selama ini si awan biasanya ‘berojol’ nya pas sore atau malam hari aja. Kira-kira kenapa ya? Apa karena pas pagi dia belum bangun? Atau karena pas pagi masih sibuk beres-beres?  Atau ada alasan lain? Oke deh yok langsung aja kita bahas bareng-bareng.
        
Sebelum kita bahas lebih lanjut kenapa si awan jarang banget berojol pas pagi dan siang hari, mari kita pahami terlebih dahulu beberapa konsep berikut :

Suhu udara yang lebih tinggi mampu menampung uap air lebih banyak dibanding saat suhu udara rendah (Sumber : Materi Kuliah Meteo Umum Di Kampus Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika)
Uap Air Jenuh adalah jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung atmosfer (Sumber : Modul Soft Fisika II Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika)
Titik embun/Td/Dp adalah suhu udara yang harus dicapai pada saat itu untuk mendapatkan uap air jenuh (Sumber : Materi Kuliah Meteo Umum Di Kampus Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika)
Air hanya menguap pada suhu 100°C adalah persepsi yang salah

Oke mari kita mulai bahas.

Setiap sinar dan panas matahari yang memancar ke suatu benda, maka akan terjadi penyerapan atau pemantulan energi radiasi oleh benda. Akibatnya, timbullah beragam macam reaksi serta gerakan pada benda-benda yang tersinari tersebut, salah satunya adalah konveksi. Yaitu gerakan molekul dan partikel ke arah atas. Percobaan sederhananya jemurlah bantal atau kasur anda pada sinar matahari langsung, lalu pukulkan bantal atau kasur tersebut agar partikel kecil seperti debu atau kapuk terlihat terangkat ke atas.
   
Begitu pula dengan partikel air di lautan, samudera, sungai, danau, tumbuhan, manusia, jalan, dan tempat-tempat yang terdapat air lainnya. Hanya saja, laju penguapan alami ini tidak bisa secepat pergerakan partikel debu yang kita lihat saat memukul kasur atau bantal yang dijemur, karena partikel debu akan terlihat melaju cepat sebab adanya angin dari pukulan yang kita lakukan.
   
Sejak pagi hari, energi radiasi matahari selalu menguapkan sejumlah partikel air ke udara, namun hampir tidak pernah sampai pada kondisi udara jenuh. Hal ini disebabkan pertambahan jumlah partikel air yang menguap sebanding dengan suhu udara yang terus meningkat. Akibatnya kejenuhan uap air di atmosfer tidak terjadi. (Ingat lagi konsep pertama)
   
Adapun sejak matahari tergelincir dari sudut tertingginya (red- setelah siang), suhu udara perlahan-lahan mulai berkurang (lihat sendiri deh, kalo dari jam 1 an sampe sore itu kan suhu nya makin lama makin dingin). Sedang uap air yang terkandung di atmosfer tidak berubah atau bahkan cenderung bertambah. Akibatnya uap air di atmosfer akan dipaksa termampatkan hingga menjadi jenuh, dan dari situ terjadilah pengembunan besar-besaran.

Hasil pengembunan besar-besaran itu adalah awan yang luas dan menggumpal tebal. Kemudian oleh angin, awan-awan yang telah terbentuk tadi akan dikumpulkan menjadi satu di suatu tempat, hingga terbentuklah awan yang lebih besar dan luas lagi. Biasanya awan ini mulai terlihat hitam karena mampu menghalangi pandangan mata kita pada sinar matahari di atasnya. Nah inilah yang biasa kita sebut sebagai fenomena mendung.. Nah tau kan sob kalo udah mendung gitu berarti mau ujan?

Hehe.. gimana sobat? Udah ngerti kan sama yang bung jelasin?

Tapi inget loh itu baru secara umum, dan penjelasan itu tanpa memperhatikan gangguan alam seperti Vortex, Siklon, Anti-Siklon, Konvergensi, Divergensi, el-nino, la-nina dan lainnya ya.. Karena di alam yang dinamis ini semua bisa terjadi.. Nah itu nanti kita belajarnya di lain kesempatan dengan cabang Ilmu Fisika berbeda, kalo gak salah namanya Meteorologi Dinamis sob.. rupa nya fisika itu luas ya.. hehe

Yaudah sampe sini dulu ya edisi kali ini.. bye bye ;)
Wassalamualaikum.....

Quote of the topic
“SEMAKIN TINGGI SUHU UDARA AKAN SEMAKIN BANYAK UAP AIR YANG DIKANDUNG, SEMAKIN BANYAK DOA DAN USAHA AKAN SEMAKIN BESAR PELUANG BERUNTUNG.”

No comments:

Post a Comment